Powered By Blogger

Pengikut

Senin, 03 Oktober 2011

Geografi dan SDA Kaltim Sangat Potensial

 SAMARINDA – Geografi Kalimantan Timur sangat strategis bagi pengembangan kawasan ekonomi nasional dan internasional. Garis pantai yang membentang sepanjang 1.185 km dan posisi Kaltim yang berbatas langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II sangat potensial  sebagai jalur perlintasan alur bisnis antar pulau bahkan antar Negara.Pembangunan , di Kutai Timur adalah bagian penting dari upaya memanfaatkan potensi yang dimiliki Kaltim bagi pengembangan Kaltim di masa depan.
“Dengan sumber daya alam yang ada di Kaltim dengan potensi pertanian  dan perkebunan yang  demikian luas dan terbuka, seharusnya Kaltim mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk pembangunan Kaltim yang lebih baik di masa-masa yang akan datang,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, saat membuka acara diskusi system ketahanan nasional dan simulasi pengambilan kebijakan publik di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, belum lama ini.
Selain pengembangan KIPI Maloy, Pemprov Kaltim juga mendorong percepatan pembangunan Kaltim dengan melakukan pengembangan pelabuhan peti kemas Kariangau di Balikpapan, pembangunan pelabuhan Palaran Samarinda, dan pengembangan pelabuhan laut lainnya seperti pelabuhan Malundung di Tarakan, pelabuhan Sungai Nyamuk di perbatasan dengan Malaysia di Nunukan dan pelabuhan Sesayap di Kabupaten Tana Tidung.
Pengembangan pelabuhan laut ini diharapkan nantinya akan mendukung siklus ekonomi antar pulau dan antar Negara yang melintasi jalur ALKI II. Posisi Kaltim sangat  strategis karena hamper semua kawasan di Kaltim memiliki keunggulan yang sangat mungkin dikembangkan dalam kepentingan yang sama, yakni kemajuan Kaltim di masa depan.
Kawasan Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan sekitarnya adalah kawasan yang  memiliki keunggulan di bidang  industri, perkebunan, pertambangan, pariwisata dan perikanan. Kawasan Sangkulirang, Sangatta, Muara Wahau (Kutai Timur) memiliki potensi yang sangat besar seperti  industri, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pariwisata juga perikanan. Kawasan Berau  dan sekitarnya  juga memiliki potensi di sector industri, pertambangan, kehutanan, pariwisata, perikanan. Peluang yang sama juga dimiliki kawasan utara seperti Nunukan, Malinau, Bulungan dan Tarakan.
Dari semua kawasan itu, Kaltim juga masih menyimpan sumber daya alam yang sangat besar, sehingga kemungkinan perkembangan Kaltim di masa depan, dipastikan kian dinamis. Batubara misalnya, data 2008 menyebutkan produksi batubara Kaltim mencapai 120,d juta ton dan cadangan yang masih terpendam sekitar 25,13 miliar metric ton (MMT). Gas bumi Kaltim juga masih sangat besar. Data produksi total 2008 tercatat 1,98 billion standard cubic feet (BSCF) atau setara dengan 37% produksi nasional. Sementara cadangan yang ada masih sekitar 24,96 BSCF atau setara dengan 24,3% cadangan nasional. Sedangkan minyak bumi yang sudah diproduksi pada 2008 mencapai  57,0 MMSTB (million metric stock tank barrel) atau sama dengan 6,1% produksi nasional. Sementara cadangan yang dimiliki Kaltim sekitar 765,75 MMSTB (11,0% dari cadangan nasional). Selain itu, Kaltim juga masih memiliki potensi lain yang belum tergali yakni, gas metana batubara kurang lebih sebesar 108,3 TSCF. Jumlah itu kurang lebih 23,5% cadangan gas metana batubara nasional.
“Oleh sebab, itu dari sekarang Kaltim harus segera bersiap, bekerja keras menangkap potensi-potensi yang kita miliki. Saya sangat yakin, jika semua stake holder bersatu padu dalam membantun, masyarakat Kaltim ke depan akan lebih maju dan lebih sejahtera,”

Minggu, 20 Maret 2011

Wisata Religi Pun Menarik (Islamic Center)

Islamic Center Samarinda Nan Megah

Ikon baru kota Samarinda saat ini adalah sebuah bangunan megah yang berdiri di pinggir sungai Mahakam, mesjid Islamic Center. Proses pembangunannya cukup lama dan hingga tulisan ini dibuat belum selesai 100%, namun bangunan utama sudah selesai. Yang belum selesai adalah bangunan penunjang di sekitar mesjid seperti rumah sakit, pertokoan, asrama dan sekolah. Arsitekturnya sungguh indah, mengingatkan kita pada mesjid Nabawi di Madinah.



Bahan bangunan pun konon dipilih yang kelas tinggi. Bangunan ini digagas secara kontroversial oleh Gubernur Kalimantan Timur beberapa tahun lalu yaitu Suwarna AF. Konon memakan total biaya beberapa triliun rupiah dari APBD Provinsi Kaltim. Jika kita masuk kota Samarinda melalui jembatan Mahakam maka ikon ini akan langsung terlihat berdiri megah di pinggir sungai lebar ini. 


Info lengkap secara teknis lihat juga di blog Islamic Center yang dibuat oleh salah seorang staf di PT. Total Bangun Persada, developernya. Bravo!













Foto-foto diambil tanggal 5 Juli 2009

Update, foto dibawah diambil tanggal 28 Desember 2009
Lihat juga foto lainnya di situs SMK TI Airlangga









Sabtu, 19 Maret 2011

Akbar Romadini

hhey, penting ga yah, saya meperkenalkan diri saya. Tapi seperti judul blog ini , Mencintai diawali dengan mengetahui, mengetahui diawali dengan mengenali .

Baiklah, gw pemilik Blog ini. Sekilas Biodata gue :
Nama : Akbar Romadini
Tempat Tanggal Lahir : 28 Maret 1990
Pendidikan : Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Mulawarman.
Anak ke 4 dari 4 bersaudara, hobi gw entertaining (ngelawak hhaha, nyanyi)
Slain sebagai mahasiswa gue juga sering ng-MC buat nambah-nambah jajan .

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa isi blog gue melulu mengenai Kota kesayangan gue Samarinda. Selain karena gw pengen Samarinda di kenal di Indonesia bahkan Dunia, gw memang memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan Samarinda karena gw sebagai Duta Kota Samarinda 2011. yang baru di gelar Februari 2011 kemaren .
Semoga saja blog gw ini bisa bermanfaat dan dapat memperkenalkan Samarinda dengan baik kepada kalian.
oke sekian deh, mau nanya-nanya boleh, leave your comment atau contact gw ke :

FB : Akbar Rd Mishbah
Twitter : abbe1990
YM : prince_handsome17
email : abbaii.rd_90@yahoo.com
           akbar.romadini90@gmail.com

Pusat Kerajinan Khas Samarinda

                                        CITRA NIAGA,
Aga Khan Award 1989, sebagai Pusat Perbelanjaan Yang Memiliki Estetika yang Tinggi dan Berbentuk Unik (Jaring Laba-Laba) yang tidak pernah mati disetiap sudutnya.

berkunjung ke Kalimantan Timur (Samarinda) terasa kurang rasanya jika tidak menyempatkan diri untuk singah sejenak ke Pasar Etnik & Modern Citra Niaga.

di citra niaga anda akan banyak menemukan kerajinan tangan tradisional khas dari Kalimantan Timur, bahkan senjata Tradisional dan Replika rumah adatpun dapat anda temukan dengan mudah di pasar ini.

saat anda merasa kelelahan mengelilingi Pasar ini, anda dapat mampir di warung warung yang menjajakan makanan dan minuman, sambil menikmati suasana khas Citra.

dan jangan lupa untuk membawakan keluarga atau kerabat anda oleh-oleh Khas Kalimantan Timur yang tidak perlu anda cari sampai kepelosok pelosok Kalimantan Timur, Karna Citra Niaga adalah jawaban untuk oleh oleh anda.. jadi mari Berkunjung ke KALTIM dan jangan lupa singgah di Citra Niaga.

tak lengkap rasanya jika tidak ke Pasar Galunggung. Pasar yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan pakaian bekas atau yang lebih dikenal dengan sebutan cap karung (cakar) itu, menyediakan barang murah dan berkualitas. Peminatnya bukan hanya kalangan kelas bawah, tapi juga artis. Tapi siapa sangka, nama Galunggung ternyata mempunyai sejarah yang cukup unik.Pusat penjualan barang-barang bekas itu terletak di  Citra Niaga ini.

Oleh para pedagang diceritakan, sebutan Galunggung berawal dari kawat pengikat karung barang-barang bekas ketika dipotong dengan menggunakan tang, yang selalu menimbulkan letupan, mirip dengan letusan gunung Galunggung di Jawa Barat yang pada saat itu dikabarkan meletus. "Kalau tidak salah saat itu tahun 1982. Setiap kali kami membuka kawat pengikat karung barang selalu berbunyi tup .. . tup.. . tup, kebetulan gunung Galunggung diberitakan sedang meletus, makanya diberi nama pasar Galunggung," kata Edi, seorang pedagang pasar Galunggung yang mengaku berjualan barang bekas sejak awal dibukanya kawasan itu 1979 silam.

Seiring berjalannya waktu, nama itu akhirnya populer disebut-sebut para pengunjung yang datang. Padahal, sejak kawasan Galunggung dibuka, menurut Edi, orang-orang masih menyebutnya dengan pasar "Kasbahan", diambil dari bahasa Banjar yang artinya barang bekas."Dan terus terang, nama Galunggung ini bukan hanya populer di Samarinda dan Kaltim saja. Buktinya orang-orang luar daerah hingga kalangan selebritis Ibu Kota di Jakarta, seperti grup musik SLANK, aktor dan penyanyi Jaja Miharja dan lainnya, sangat mengenal pusat terlengkap barang bekas adalah pasar Galunggung, Citra Niaga" ujar bapak beranak tiga ini.

Untuk pembagian petak pasar Galunggung yang berjumlah 126, lanjut Edi, pada awal pasar dibuka pedagang yang berminat menempati, diminta mencabut undian yang telah ditulis nomor- nomor petak.Selanjutnya mereka langsung menempati petak berdasarkan cabutan undian tersebut. "Jadi seperti sistem lotre begitu. Ketika dicabut, maka pedagang harus dan wajib menempati nomor petak hasil cabutan undiannya," tambah Edi.Lantas mengapa semua pedagang di Galunggung hanya khusus menjual barang bekas? Menurut H Suradi, Direktur Unit Swadana Pasar Citra Niaga, dulunya kawasan tersebut hanya berupa jalan tembus dari Jl Niaga Selatan menuju Jl Pelabuhan. Namun karena banyaknya penjual barang bekas di setiap emperan jalan, maka Pemkot Samarinda memberi kebijaksanaan dengan membuatkan tempat khusus. "Lihat saja, lorong lorongnya berupa jalan.

Tapi karena banyaknya pedagang yang mangkal dan rata-rata berjualan barang-barang bekas pada saat itu, maka pemkot memberi kebijaksanaan dengan membuat tempat permanen, dan khusus penjualan barang-barang bekas," kata Suradi.Mengenai sistem pengelolalan, setiap hari para pedagang diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp 2. 000. Dan retribusi dimaksudkan selain untuk disetor ke Dispenda, juga sebagai pembiayaan keamanan dan kebersihan. "Bukan hanya pasar Galunggung itu saja, tapi semua pedagang di kawasan Citra Niaga ini diwajibkan membayar retribusi itu," ujarnya. (Muh Khaidir)


Best Regard,
Duta Kota Samarinda 2011,



Akbar Romadini
Visit Samarinda, Samarinda Memang Indah

Samarinda Memang Indah


                                       Tepian Mahakam,

Provinsi Kalimantan Timur yang beribukotakan Samarinda mempunyai sebuah sungai besar yang bermuara di selat Makasar. Sungai yang memiliki panjang 920 Kilometer dan yang memiliki beberapa anak sungai, seperti Sungai Belayan, Lawa, Kedang Kepala, Telen, Tenggarong, dan Karang Mumus ini bernama sungai Mahakam. Sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. Di dalam sungai Mahakam hidup spesies ikan air tawar yang terancam punah, yakni Ikan Pesut Mahakam. Dan bagi masyarakat Kalimantan Timur, Sungai Mahakam memiliki peranan penting dalam kehidupan mereka karena sungai ini digunakan sebagai sumber air dan sarana transportasi.
Bagi anda yang datang berkunjung ke kota Samarinda, jangan lupa juga untuk datang berkunjung ke Sungai Mahakam karena sungai ini akan memberikan anda sejuta pesona keindahan yang tak mungkin anda lupakan. Selain anda dapat berwisata dengan menyusuri dan menikmati keindahan sungai Mahakam, anda pun juga bisa berwisata kuliner di tepian sungai Mahakam.
Kini di sepanjang tepian sungai Mahakam telah hadir sebuah taman yang telah menjadi salah satu tempat favorit masyarakat kotakota Samarinda. Samarinda untuk bersantai melepas kepenatan sambil berwisata kuliner. Untuk sampai ke Tepian Sungai Mahakam, anda bisa menguunakan transportasi darat dari pusat
Jika anda mulai merasa lelah setelah seharian berwisata menyusuri Sungai Mahakam, anda dapat beristirahat sejenak di tepian Sungai Mahakam atau jika anda mulai merasa lapar, anda pun bisa menikmati kuliner di tepian sungai ini. Rumah- rumah makan di Tepian Sungai Mahakam menawarkan beragam jenis kuliner, baik kuliner khas Samarinda seperti, Bukang- Bukang, Gangan (Sayur) Asam Patin, Kepiting Masak Santan, Nasi Bakepor, Tumis Balelo dan kuliner lainnya serta juga menawarkan kuliner khas kota- kota di Indonesia lainnya, seperti Bakso, mie ayam, mie goreng, jagung bakar, dan es cendol. Namun jika anda sudah berkunjung ke Kota Samarinda, akan terasa kurang lengkap jika anda belum mencicipi kuliner khas kota samarinda, terutama Nasi Bakepor.
Nasi Bakepor adalah nasi liwet dengan campuran minyak sayur, rempah-rempah, dan potongan ikan asin dan jeruk nipis. Namun bagi anda yang ingin menikmati Nasi Bakepor ini, anda harus hati- hati karena di dalam nasinya terdapat cabai. Bagi pencinta masakan pedas, anda harus mencicipi nasi Bakepor, masakan tradisonal masyarakat Kutai, Kalimantan Timur. Jika anda ingin menikmati nasi Bakepor, anda hanya perlu mengeluarkan uang sebanyak Rp.20.000. Dengan uang Rp.20.000 anda telah bisa menikmati satu porsi nasi Bakepor beserta lauknya.
Jika hari menjelang sore, jangan beranjak dulu dari tepian sungai Mahakam karena menjelang matahari terbenam, pemandangan di tepian Sungai Mahakam sangat indah. Namun bagi anda yang ingin menikmati suasana yang berbeda, anda bisa pergi ke kawasan perbukitan di sekitar sungai Mahakam karena kawasan tersebut menawarkan keeksotisan keindahan sebuah sungai yang bisa anda nikmati dari ketinggian.
Jika anda ingin beranjak pergi dari tepian sungai Mahakam, jangan lupa membeli oleh- oleh khas Samarinda yang dijual di kawasan tepian sungai Mahakam, yakni Amplang. Amplang adalah makanan sejenis kerupuk yang terbuat dari ikan belida. Rasanya gurih dan lezat. Bentuknya pun beragam, namun yang unik adalah bentuk kuku macan. Makanan ini biasanya paling enak disantap sebagai camilan atau kerupuk, sebagai teman makan makanan berat anda. Harganya pun relative murah. Dengan harga Rp. 5.000- Rp.10.000, anda sudah bisa menikmati satu bungkus Amplang.

Jumat, 18 Maret 2011

Chao Praya River (Thailand, Bangkok)) like Mahakam River (Indonesia,Samarinda)

Sungai Chao Phraya mengingatkan saya akan sungai Mahakam di Kalimantan, khususnya di Samarinda yang mempunyai lebar sungai yang hampir sama. Bedanya, Chao Phraya River berhasil diberdayakan menjadi komoditas wisata di Bangkok. Bila berencana berwisata ke Bangkok, Chao Phraya River bisa menjadi referensi tempat tujuan wisata.
Ada apa di Chao Phraya River? Kesempatan makan malam di atas kapal yang melintasi sungai menjadi salah satu daya tariknya. Tak hanya wisatawan asing, wisatawan lokal pun banyak saya jumpai. Bila tertarik silakan datang ke dermaga kapal ini. Ada beberapa perusahaan penyedia tur sungai ini, salah satunya terdapat di River Side. Datang saja ke River Side Hotel pada sore hari. Jam keberangkatan kapal sekitar pukul 19.00. Atur jadwal senyaman mungkin dan pertimbangkan lalu lintas kota Bangkok yang macet pada jam-jam pulang kantor.
chao phraya river
Biaya kapal yang saya tumpangi cukup mahal, sekitar 900 Baht all-in per kepala. Dengan harga yang mencapai Rp. 250.000-an kita bisa menyantap semua hidangan yang dihidangkan sepuasnya selama kapal mengarungi sungai Chao Phraya. Mulai dari nasi goreng, sayur-sayuran, roti, es krim, seafood dan masih banyak lagi. Namun bagi umat muslim sebaiknya tak tergoda dengan makanan yang belum jelas kehalalannya, pilih saja makanan yang familiar dengan lidah.
canalKapal beroperasi sekitar kurang lebih 2 jam dari dermaga menyusuri Chao Phraya River, melintasi jembatan King Rama VI dan King Rama VII. Dan nantinya akan ditemui beberapa kuil termasuk Wat Phra Kaew (Grand Palace). Di dek kapal lantai 2 tersedia dek terbuka untuk menikmati pemandangan sekitar sungai Chao Phraya. Bila bosan berada di luar, hiburan musik live music perform ala kafe tersedia di dalam, namun sayang mereka hanya menyajikan lagu-lagu Thailand.
Sebelum kapal berangkat saya melihat ada 2 orang fotografer yang akan mengambil gambar beberapa penumpang. Nantinya foto ini akan tercetak di piring keramik yang bisa menjadi souvenir pribadi dengan menukar sejumlah uang di pintu keluar (kalo ga salah sekitar 100-200 Baht) setelah kapal bersandar. Bila bersedia panggil saja fotografernya.
(image : Chao Phraya Tour Route, taken from www.sawadee.com)

Hal ini dapat dijadikan sebagai motivasi khususnya Pemerintah Kota Samarinda dan Dinas Pariwisata Kota Samarinda untuk mengembangka potensi Sungai Mahakam Di Kota Samarinda. Bahkan Potensi Sungai Mahakam Bisa lebih dengan panjangnya 3 kali lebih panjang dari Chao Praya River .


Best Regard,
Duta Kota Samarinda



Akbar Romadini
Visit Samarinda, Samarinda Memang Indah

Sumber Daya Alam Kota Samarinda (Kekuatan Investasi)

Sumber Daya Alam

Pertanian

P embangunan sector pertanian, perkebunan dan kehutanan di Kota Samarinda masih diarahkan untuk mewujudkan pertanian yang tangguh, maju dan efisien yang dicirikan oleh kemampuan mensejahterakan para petani dan keluarganya serta mendorong pertumbuhan sector terkait dan ekonomi secara keseluruhan.
Sawah Berdasarkan visi Kota Samarinda yang lebih berorientasi kepada Kota Jasa dan Perdagangan, maka bisa dipastikan bahwa sector pertanian belum dimaksimalkan kontribusinya dalam mendukung perekonomian Kota Samarinda, hal ini dapat dilihat dari PDRB per sector khusus sector pertanian yang semakin menurun.
Sampai tahun 2009, potensi sumber daya lahan usaha tani terdiri dari potensi lahan sawah seluas 8,021 Ha, dan potensi lahan bukan sawah seluas 27,221 Ha. Secara lengkap perhatikan table berikut :
Luas Potensi Lahan Sawah per Kecamatan Kota Samarinda tahun 2009
No Kecamatan Luas Potensi (Ha) Luas Pemanfaatan (Ha) Belum Dimanfaatkan

Total 8,021 2,779 5,242
1 Samarinda Utara 4,463 728 3,735
2 Samarinda Ilir 420 351 79
3 Samarinda Ulu - - -
4 Sungai Kunjang 202 115 87
5 Samarinda Seberang 450 450 -
6 Palaran 2,486 1,135 1,351
Dapat dilihat bahwa Luas Potensi lahan sawah yang telah dimanfaatkan hanya sebesar 2,779 Ha (34 %), sedangkan sisanya masih belum dimanfaatkan. Persentase pemanfaatan yang maksimal berada di kecamatan Samarinda Seberang, dimana kecamatan ini mampu mengoptimalkan seluruh luas potensi sebesar 450 Ha. Luas pemanfaatan tertinggi berada di Kecamatan Palaran yaitu seluas 1,135 Ha dari 2,486 Ha luas potensi.
Perkembangan Komoditi Pertanian dan Perkebunan Kota Samarinda tahun 2007-2009
No Komoditi 2007 2008 2009





1 Padi Sawah 28,130 29,171 25,785
2 Padi Ladang - 235 81.5
3 Jagung 39 14 84.2
4 Kacang Kedelai - 4.1 1.0
5 Kacang Tanah 20.0 17.9 25.6
6 Ubi Kayu 6,845 4,730 5,200
7 Ubi Jalar 862 1,095 666
8 Sayuran 4,228 6,034 5,923
9 Buah-buahan - 6,360 8,262
10 Tanaman Obat-obatan - 22,427 13,597
11 Tanaman Hias - 44,623 76,660
Untuk produksi padi, padi sawah menghasilkan produksi tertinggi, mencapai 25,785 ton pada tahun 2009. Hasil ini menurun dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencapai 29,171 ton. Sedangkan untuk palawija, ubi kayu menghasilkan produksi tertinggi yaitu 5,200 ton pada tahun 2009. Produksi ubi kayu menunjukkan fluktuasi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Bila dilihat dari perkembangan dari tahun 2008, jagung merupakan komoditas yang mengalami pertumbuhan paling signifikan, mencapai 84.2 ton atau bertambah 5 kali lipat dari tahun 2008.

Perkebunan dan Kehutanan

Perkembangan Komoditi Kota Samarinda memiliki 13 jenis komoditi di bidang perkebunan, antara lain karet, kelapa, kelapa hybrid, kelapa sawit, kakao, kopi, lada, cengkeh, pala, kemiri, aren, panili, dan pinang. Dari semua jenis komoditi tersebut, karet, kelapa, dan kakao merupakan komoditi unggulan. Dari sisi produktivitas, yang dihitung melalui jumlah produksi per luas lahan, komoditas kelapa merupakan komoditas dengan produktivitas tertinggi yaitu 1,515 kg per hektar. Khusus sector kehutanan, Kota Samarinda lebih focus kepada pengembangan Hutan Kota dan Hutan Rakyat. Hutan Kota di Kota Samarinda tersebar ke 24 lokasi yang antara lain sebagai berikut:
  • Lingkungan Balai Kota Samarinda dan Lapangan Softball GOR Segiri
    Lingkungan Balai Kota Samarinda dan Lapangan Softball GOR Segiri
    Di wilayah ini telah ditanam 4 jenis pohon yaitu Angsana sebanyak 20 pohon, Tanjung sebanyak 10 pohon, Trembesi sebanyak 10 pohon, dan Filicium sebanyak 20 pohon.
  • Taman Makam Pahlawan dan Perpustakaan Kota Samarinda
  • Tanah Pemerintah Kota Samarinda di Samarinda Seberang
    Diwilayah ini ditanam pohon Angsana, Tanjung, Trembesi dan Filicium yang masing-masing sebanyak 30 pohon.
  • Lokasi sekitar Terminal Kargo (Gerbang Stadion Palaran)
    Lokasi ini telah ditanam 125 pohon Angsana, 110 pohon Tanjung, 110 pohon Trembesi, dan 125 pohon Filicium.
Persentase Penyebaran Hutan Hak / Hutan Rakyat Hutan Hak/Hutan Rakyat di Kota Samarinda tersebar di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Samarinda Ilir dan Kecamatan Sungai Kunjang. Total Hutan Rakyat di Kecamatan Samarinda Ilir adalah 166.7 Ha yang tersebar di 13 kelurahan dengan 26 jenis tanaman. Jenis tanaman tersebut antara lain Tanjung, Mahoni, Trembesi, Angsana, Pinang, Akasia, Karet, Rambutan, Kelapa, Sungkai, Durian, Pinus, Pulai, Mangga, Nangka, Aren, Sukun, Sengon, Langsat, Terap, Jati, Kemiri, Lai, Ketapang, Bambu dan Beringin. Sedangkan Hutan Rakyat di Kecamatan Sungai Kunjang adalah 84.8 Ha yang tersebar di 7 kelurahan dimana terdapat tanaman Jambu, Sawit, Petai dan Cempedak.

Perikanan dan Peternakan

Ikan hasil Perikanan PProduksi perikanan di Kota Samarinda pada tahun 2009 mencapai 13,049.6 ton, terdiri dari hasil penangkapan sebesar 12,942 ton dan hasil budidaya sebesar 107.6 ton. Dilihat dari jenis kegiatan, produksi yang berasal dari penangkapan jauh lebih banyak dibanding dari budidaya. Namun bila dipandang dari nilai produksi, kegiatan budidaya mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 43.66 % dari tahun 2008 (74.90 ton). Perhatikan table berikut :
Di sektor peternakan, sapi, kambing dan ayam pedaging merupakan komoditas unggulan Kota Samarinda. Akhir tahun 2009, populasi sapi tersedia 5,253 ekor, kambing 19,289 ekor dan ayam pedaging 5,500,800 ekor. Secara keseluruhan, populasi ternak dan unggas di Kota Samarinda mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada grafik berikut:
Jumlah Ternak Kota Samarinda Tahun 2009

Pertambangan

Tambang Salah satu kegiatan dalam memanfaatkan sumber daya alam adalah kegiatan pertambangan yang hingga saat ini merupakan salah satu sector penyumbang devisa Negara terbesar. Pertambangan adalah suatu kegiatan pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual, pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi dan di bawah permukaan air.
Tambang Kota Samarinda mengembangkan sector pertambangan dengan optimal melalui Minyak Mentah, Gas Alam dan Batubara sebagai komoditi pertambangan. Berdasarkan data Dinas Pertambangan dan Energi , total luas areal pertambangan sampai tahun 2009 adalah 46,921.80 Ha atau 65.35 % dari luas Kota Samarinda. Produksi terjual (lifting) minyak mentah tahun 2009 sebesar 19,680 Barel atau setara dengan 3,129.12 ton, gas alam sebesar 4,713,770 MMBTU, dan batu bara sebesar 574,811.83 ton. Secara keseluruhan produksi pertambangan di Kota Samarinda terjadi penurunan khususnya untuk batubara dan minyak mentah. Secara lengkap perhatikan table berikut:
Perkembangan Produksi Minyak Mentah Terlihat jelas bahwa minyak mentah dan batubara mengikuti tren negative (menurun) semenjak tahun 2008. Rata-rata penurunan untuk minyak mentah sebesar 61.58 % per tahun, dimana penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2008 dengan besar penurunan 86,940 barrel. Rata-rata penurunan untuk batubara sebesar 48.06 % per tahun, dimana penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2009 yang menurun sebesar 3,822,927 ton. Kondisi berbeda terjadi pada komoditi gas alam. Gas alam mengalami tren positif (meningkat) dalam kurun 2007-2009. Rata-rata peningkatan gas alam adalah 44.76 % per tahun dengan peningkatan tertinggi sebesar 1,969,970 MMBTU (2008).

Energi

Energi Energi listrik merupakan salah satu sumber energy vital bagi kehidupan manusia, baik sector rumah tangga, komersial, public, maupun industry. Sehingga salah satu program pemerintah Indonesia melalui BUMN PT. PLN, dicanangkan pada tahun 2015 semua wilayah Indonesia dapat teraliri arus listrik.
Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN Berdasarkan hal itu, Kota Samarinda berusaha untuk menjangkau listrik pedesaan. Hingga tahun 2009 Kota Samarinda telah memiliki PLTG sebanyak 6 unit dengan kapasitas 140 MW, PLTU 2 unit kapasitas 50 MW, dan PLTD 15 unit kapasitas 100,440 Kva/Kwh. Mengingat pertumbuhan penduduk di Kota Samarinda yang cukup pesat, serta pertumbuhan industry, perdagangan dan pusat perekonomian lainnya, maka listrik perkotaan selalu dikembangkan. Pada tahun 2009, jumlah pelanggan PLN meningkat menjadi 210,168 pelanggan, dimana mayoritas pelanggan menggunakannya untuk kepentingan rumah tangga dan social. Peningkatan jumlah pelanggan berbanding lurus dengan peningkatan jangkauan listrik di Kota Samarinda. Berdasarkan data dari PT. PLN, sebesar 166.56 Km2 daerah perkotaan telah terjangkau listrik, meningkat sebesar 4 Km2 dari tahun 2008.
Pelanggan PLN berdasarkan jenis Pelanggan

Lingkungan Hidup dan Tata Ruang

Menurut Undang-Undang No.23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Dalam hal pemeliharaan lingkungan hidup, Pemerintah Kota Samarinda terus meningkatkan perlindungan lingkungan khususnya hutan, dimana beberapa hutan di Kota Samarinda termasuk ke dalam golongan hutan wisata yang dihimpun dalam lingkungan wisata Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Hutan tersebut antara lain:
  • Zona Konservasi
    Zona ini berisikan Hutan Lindung Utama (Primeval Reserve Forest) dengan luas 117 Ha dan Arboretum Species Asli dengan luas 16 Ha.
  • Zona Koleksi
    Zona koleksi terdiri atas Hutan Alami dan Buatan untuk penelitian dengan luas 60 Ha, Hutan Kayu Berharga dengan luas 27 Ha, Hutan Koleksi dengan luas 27 Ha dan Hutan Konifer dengan luas 16 Ha.
  • Zona Rekreasi
    Selain KRUS, Lembah Hijau menjadi salah satu tempat pemeliharaan hutan dan sering dijadikan Area Camping Ground dan sarana rekreasi keluarga.
Disaat Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan pemeliharaan kawasan hutan, hal berbeda terjadi pada lingkungan lain. Berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup Kota Samarinda, dalam 3 tahun terakhir (2007-2009) jumlah kasus pencemaran lingkungan terus meningkat. Kasus pencemaran tanah meningkat menjadi 2 kasus pada tahun 2009, sebelumnya 1 kasus pada tahun 2008. Hal yang sama terjadi pada lingkungan air, sebanyak 6 kasus ditemukan pada tahun 2009, meningkat 1 kasus dari tahun 2008. Berbeda dengan pencemaran udara, terjadi penurunan pada tahun 2009 menjadi 1 kasus, setelah sebelumnya terjadi 2 kasus pada tahun 2008. Secara keseluruhan, kasus pencemaran air merupakan kasus terbanyak dalam kategori pencemaran lingkungan. Perhatikan grafik berikut:
Perkembangan Kasus Pencemaran Lingkungan Pertumbuhan jumlah bangunan di Kota Samarinda setiap tahun selalu meningkat. Sampai tahun 2009, jumlah tanah yang bersertifikat hak milik sebanyak 15,046 buah, sertifikat hak guna bangunan sebanyak 5,044 dan sertifikat hak pakai sebanyak 56 buah. Penggunaan tanah tersebut di dominasi oleh penggunaan dalam hal investasi, perindustrian maupun perdagangan. Tentunya keadaan ini menandakan bahwa pesatnya perkembangan iklim investasi di Kota Samarinda sehingga diharapkan menimbulkan efek positif pada sector lain.


BEST REGARD,
Duta Kota Samarinda 2011,



Akbar Romadini
Visit Samarinda, Samarinda Memang Indah