“Dengan sumber daya alam yang ada di Kaltim dengan potensi pertanian dan perkebunan yang demikian luas dan terbuka, seharusnya Kaltim mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk pembangunan Kaltim yang lebih baik di masa-masa yang akan datang,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, saat membuka acara diskusi system ketahanan nasional dan simulasi pengambilan kebijakan publik di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, belum lama ini.
Selain pengembangan KIPI Maloy, Pemprov Kaltim juga mendorong percepatan pembangunan Kaltim dengan melakukan pengembangan pelabuhan peti kemas Kariangau di Balikpapan, pembangunan pelabuhan Palaran Samarinda, dan pengembangan pelabuhan laut lainnya seperti pelabuhan Malundung di Tarakan, pelabuhan Sungai Nyamuk di perbatasan dengan Malaysia di Nunukan dan pelabuhan Sesayap di Kabupaten Tana Tidung.
Pengembangan pelabuhan laut ini diharapkan nantinya akan mendukung siklus ekonomi antar pulau dan antar Negara yang melintasi jalur ALKI II. Posisi Kaltim sangat strategis karena hamper semua kawasan di Kaltim memiliki keunggulan yang sangat mungkin dikembangkan dalam kepentingan yang sama, yakni kemajuan Kaltim di masa depan.
Kawasan Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan sekitarnya adalah kawasan yang memiliki keunggulan di bidang industri, perkebunan, pertambangan, pariwisata dan perikanan. Kawasan Sangkulirang, Sangatta, Muara Wahau (Kutai Timur) memiliki potensi yang sangat besar seperti industri, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pariwisata juga perikanan. Kawasan Berau dan sekitarnya juga memiliki potensi di sector industri, pertambangan, kehutanan, pariwisata, perikanan. Peluang yang sama juga dimiliki kawasan utara seperti Nunukan, Malinau, Bulungan dan Tarakan.
Dari semua kawasan itu, Kaltim juga masih menyimpan sumber daya alam yang sangat besar, sehingga kemungkinan perkembangan Kaltim di masa depan, dipastikan kian dinamis. Batubara misalnya, data 2008 menyebutkan produksi batubara Kaltim mencapai 120,d juta ton dan cadangan yang masih terpendam sekitar 25,13 miliar metric ton (MMT). Gas bumi Kaltim juga masih sangat besar. Data produksi total 2008 tercatat 1,98 billion standard cubic feet (BSCF) atau setara dengan 37% produksi nasional. Sementara cadangan yang ada masih sekitar 24,96 BSCF atau setara dengan 24,3% cadangan nasional. Sedangkan minyak bumi yang sudah diproduksi pada 2008 mencapai 57,0 MMSTB (million metric stock tank barrel) atau sama dengan 6,1% produksi nasional. Sementara cadangan yang dimiliki Kaltim sekitar 765,75 MMSTB (11,0% dari cadangan nasional). Selain itu, Kaltim juga masih memiliki potensi lain yang belum tergali yakni, gas metana batubara kurang lebih sebesar 108,3 TSCF. Jumlah itu kurang lebih 23,5% cadangan gas metana batubara nasional.
“Oleh sebab, itu dari sekarang Kaltim harus segera bersiap, bekerja keras menangkap potensi-potensi yang kita miliki. Saya sangat yakin, jika semua stake holder bersatu padu dalam membantun, masyarakat Kaltim ke depan akan lebih maju dan lebih sejahtera,”
