Powered By Blogger

Pengikut

Senin, 03 Oktober 2011

Geografi dan SDA Kaltim Sangat Potensial

 SAMARINDA – Geografi Kalimantan Timur sangat strategis bagi pengembangan kawasan ekonomi nasional dan internasional. Garis pantai yang membentang sepanjang 1.185 km dan posisi Kaltim yang berbatas langsung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II sangat potensial  sebagai jalur perlintasan alur bisnis antar pulau bahkan antar Negara.Pembangunan , di Kutai Timur adalah bagian penting dari upaya memanfaatkan potensi yang dimiliki Kaltim bagi pengembangan Kaltim di masa depan.
“Dengan sumber daya alam yang ada di Kaltim dengan potensi pertanian  dan perkebunan yang  demikian luas dan terbuka, seharusnya Kaltim mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk pembangunan Kaltim yang lebih baik di masa-masa yang akan datang,” kata Gubernur Kaltim H Awang Faroek Ishak, saat membuka acara diskusi system ketahanan nasional dan simulasi pengambilan kebijakan publik di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, belum lama ini.
Selain pengembangan KIPI Maloy, Pemprov Kaltim juga mendorong percepatan pembangunan Kaltim dengan melakukan pengembangan pelabuhan peti kemas Kariangau di Balikpapan, pembangunan pelabuhan Palaran Samarinda, dan pengembangan pelabuhan laut lainnya seperti pelabuhan Malundung di Tarakan, pelabuhan Sungai Nyamuk di perbatasan dengan Malaysia di Nunukan dan pelabuhan Sesayap di Kabupaten Tana Tidung.
Pengembangan pelabuhan laut ini diharapkan nantinya akan mendukung siklus ekonomi antar pulau dan antar Negara yang melintasi jalur ALKI II. Posisi Kaltim sangat  strategis karena hamper semua kawasan di Kaltim memiliki keunggulan yang sangat mungkin dikembangkan dalam kepentingan yang sama, yakni kemajuan Kaltim di masa depan.
Kawasan Bontang, Samarinda, Kutai Kartanegara, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser dan sekitarnya adalah kawasan yang  memiliki keunggulan di bidang  industri, perkebunan, pertambangan, pariwisata dan perikanan. Kawasan Sangkulirang, Sangatta, Muara Wahau (Kutai Timur) memiliki potensi yang sangat besar seperti  industri, perkebunan, kehutanan, pertambangan, pariwisata juga perikanan. Kawasan Berau  dan sekitarnya  juga memiliki potensi di sector industri, pertambangan, kehutanan, pariwisata, perikanan. Peluang yang sama juga dimiliki kawasan utara seperti Nunukan, Malinau, Bulungan dan Tarakan.
Dari semua kawasan itu, Kaltim juga masih menyimpan sumber daya alam yang sangat besar, sehingga kemungkinan perkembangan Kaltim di masa depan, dipastikan kian dinamis. Batubara misalnya, data 2008 menyebutkan produksi batubara Kaltim mencapai 120,d juta ton dan cadangan yang masih terpendam sekitar 25,13 miliar metric ton (MMT). Gas bumi Kaltim juga masih sangat besar. Data produksi total 2008 tercatat 1,98 billion standard cubic feet (BSCF) atau setara dengan 37% produksi nasional. Sementara cadangan yang ada masih sekitar 24,96 BSCF atau setara dengan 24,3% cadangan nasional. Sedangkan minyak bumi yang sudah diproduksi pada 2008 mencapai  57,0 MMSTB (million metric stock tank barrel) atau sama dengan 6,1% produksi nasional. Sementara cadangan yang dimiliki Kaltim sekitar 765,75 MMSTB (11,0% dari cadangan nasional). Selain itu, Kaltim juga masih memiliki potensi lain yang belum tergali yakni, gas metana batubara kurang lebih sebesar 108,3 TSCF. Jumlah itu kurang lebih 23,5% cadangan gas metana batubara nasional.
“Oleh sebab, itu dari sekarang Kaltim harus segera bersiap, bekerja keras menangkap potensi-potensi yang kita miliki. Saya sangat yakin, jika semua stake holder bersatu padu dalam membantun, masyarakat Kaltim ke depan akan lebih maju dan lebih sejahtera,”

Minggu, 20 Maret 2011

Wisata Religi Pun Menarik (Islamic Center)

Islamic Center Samarinda Nan Megah

Ikon baru kota Samarinda saat ini adalah sebuah bangunan megah yang berdiri di pinggir sungai Mahakam, mesjid Islamic Center. Proses pembangunannya cukup lama dan hingga tulisan ini dibuat belum selesai 100%, namun bangunan utama sudah selesai. Yang belum selesai adalah bangunan penunjang di sekitar mesjid seperti rumah sakit, pertokoan, asrama dan sekolah. Arsitekturnya sungguh indah, mengingatkan kita pada mesjid Nabawi di Madinah.



Bahan bangunan pun konon dipilih yang kelas tinggi. Bangunan ini digagas secara kontroversial oleh Gubernur Kalimantan Timur beberapa tahun lalu yaitu Suwarna AF. Konon memakan total biaya beberapa triliun rupiah dari APBD Provinsi Kaltim. Jika kita masuk kota Samarinda melalui jembatan Mahakam maka ikon ini akan langsung terlihat berdiri megah di pinggir sungai lebar ini. 


Info lengkap secara teknis lihat juga di blog Islamic Center yang dibuat oleh salah seorang staf di PT. Total Bangun Persada, developernya. Bravo!













Foto-foto diambil tanggal 5 Juli 2009

Update, foto dibawah diambil tanggal 28 Desember 2009
Lihat juga foto lainnya di situs SMK TI Airlangga









Sabtu, 19 Maret 2011

Akbar Romadini

hhey, penting ga yah, saya meperkenalkan diri saya. Tapi seperti judul blog ini , Mencintai diawali dengan mengetahui, mengetahui diawali dengan mengenali .

Baiklah, gw pemilik Blog ini. Sekilas Biodata gue :
Nama : Akbar Romadini
Tempat Tanggal Lahir : 28 Maret 1990
Pendidikan : Mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Teknik Sipil Universitas Mulawarman.
Anak ke 4 dari 4 bersaudara, hobi gw entertaining (ngelawak hhaha, nyanyi)
Slain sebagai mahasiswa gue juga sering ng-MC buat nambah-nambah jajan .

Mungkin banyak yang bertanya-tanya, kenapa isi blog gue melulu mengenai Kota kesayangan gue Samarinda. Selain karena gw pengen Samarinda di kenal di Indonesia bahkan Dunia, gw memang memiliki tanggung jawab untuk mempromosikan Samarinda karena gw sebagai Duta Kota Samarinda 2011. yang baru di gelar Februari 2011 kemaren .
Semoga saja blog gw ini bisa bermanfaat dan dapat memperkenalkan Samarinda dengan baik kepada kalian.
oke sekian deh, mau nanya-nanya boleh, leave your comment atau contact gw ke :

FB : Akbar Rd Mishbah
Twitter : abbe1990
YM : prince_handsome17
email : abbaii.rd_90@yahoo.com
           akbar.romadini90@gmail.com

Pusat Kerajinan Khas Samarinda

                                        CITRA NIAGA,
Aga Khan Award 1989, sebagai Pusat Perbelanjaan Yang Memiliki Estetika yang Tinggi dan Berbentuk Unik (Jaring Laba-Laba) yang tidak pernah mati disetiap sudutnya.

berkunjung ke Kalimantan Timur (Samarinda) terasa kurang rasanya jika tidak menyempatkan diri untuk singah sejenak ke Pasar Etnik & Modern Citra Niaga.

di citra niaga anda akan banyak menemukan kerajinan tangan tradisional khas dari Kalimantan Timur, bahkan senjata Tradisional dan Replika rumah adatpun dapat anda temukan dengan mudah di pasar ini.

saat anda merasa kelelahan mengelilingi Pasar ini, anda dapat mampir di warung warung yang menjajakan makanan dan minuman, sambil menikmati suasana khas Citra.

dan jangan lupa untuk membawakan keluarga atau kerabat anda oleh-oleh Khas Kalimantan Timur yang tidak perlu anda cari sampai kepelosok pelosok Kalimantan Timur, Karna Citra Niaga adalah jawaban untuk oleh oleh anda.. jadi mari Berkunjung ke KALTIM dan jangan lupa singgah di Citra Niaga.

tak lengkap rasanya jika tidak ke Pasar Galunggung. Pasar yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan pakaian bekas atau yang lebih dikenal dengan sebutan cap karung (cakar) itu, menyediakan barang murah dan berkualitas. Peminatnya bukan hanya kalangan kelas bawah, tapi juga artis. Tapi siapa sangka, nama Galunggung ternyata mempunyai sejarah yang cukup unik.Pusat penjualan barang-barang bekas itu terletak di  Citra Niaga ini.

Oleh para pedagang diceritakan, sebutan Galunggung berawal dari kawat pengikat karung barang-barang bekas ketika dipotong dengan menggunakan tang, yang selalu menimbulkan letupan, mirip dengan letusan gunung Galunggung di Jawa Barat yang pada saat itu dikabarkan meletus. "Kalau tidak salah saat itu tahun 1982. Setiap kali kami membuka kawat pengikat karung barang selalu berbunyi tup .. . tup.. . tup, kebetulan gunung Galunggung diberitakan sedang meletus, makanya diberi nama pasar Galunggung," kata Edi, seorang pedagang pasar Galunggung yang mengaku berjualan barang bekas sejak awal dibukanya kawasan itu 1979 silam.

Seiring berjalannya waktu, nama itu akhirnya populer disebut-sebut para pengunjung yang datang. Padahal, sejak kawasan Galunggung dibuka, menurut Edi, orang-orang masih menyebutnya dengan pasar "Kasbahan", diambil dari bahasa Banjar yang artinya barang bekas."Dan terus terang, nama Galunggung ini bukan hanya populer di Samarinda dan Kaltim saja. Buktinya orang-orang luar daerah hingga kalangan selebritis Ibu Kota di Jakarta, seperti grup musik SLANK, aktor dan penyanyi Jaja Miharja dan lainnya, sangat mengenal pusat terlengkap barang bekas adalah pasar Galunggung, Citra Niaga" ujar bapak beranak tiga ini.

Untuk pembagian petak pasar Galunggung yang berjumlah 126, lanjut Edi, pada awal pasar dibuka pedagang yang berminat menempati, diminta mencabut undian yang telah ditulis nomor- nomor petak.Selanjutnya mereka langsung menempati petak berdasarkan cabutan undian tersebut. "Jadi seperti sistem lotre begitu. Ketika dicabut, maka pedagang harus dan wajib menempati nomor petak hasil cabutan undiannya," tambah Edi.Lantas mengapa semua pedagang di Galunggung hanya khusus menjual barang bekas? Menurut H Suradi, Direktur Unit Swadana Pasar Citra Niaga, dulunya kawasan tersebut hanya berupa jalan tembus dari Jl Niaga Selatan menuju Jl Pelabuhan. Namun karena banyaknya penjual barang bekas di setiap emperan jalan, maka Pemkot Samarinda memberi kebijaksanaan dengan membuatkan tempat khusus. "Lihat saja, lorong lorongnya berupa jalan.

Tapi karena banyaknya pedagang yang mangkal dan rata-rata berjualan barang-barang bekas pada saat itu, maka pemkot memberi kebijaksanaan dengan membuat tempat permanen, dan khusus penjualan barang-barang bekas," kata Suradi.Mengenai sistem pengelolalan, setiap hari para pedagang diwajibkan membayar retribusi sebesar Rp 2. 000. Dan retribusi dimaksudkan selain untuk disetor ke Dispenda, juga sebagai pembiayaan keamanan dan kebersihan. "Bukan hanya pasar Galunggung itu saja, tapi semua pedagang di kawasan Citra Niaga ini diwajibkan membayar retribusi itu," ujarnya. (Muh Khaidir)


Best Regard,
Duta Kota Samarinda 2011,



Akbar Romadini
Visit Samarinda, Samarinda Memang Indah

Samarinda Memang Indah


                                       Tepian Mahakam,

Provinsi Kalimantan Timur yang beribukotakan Samarinda mempunyai sebuah sungai besar yang bermuara di selat Makasar. Sungai yang memiliki panjang 920 Kilometer dan yang memiliki beberapa anak sungai, seperti Sungai Belayan, Lawa, Kedang Kepala, Telen, Tenggarong, dan Karang Mumus ini bernama sungai Mahakam. Sungai ini melintasi wilayah Kabupaten Kutai Barat di bagian hulu, hingga Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda di bagian hilir. Di dalam sungai Mahakam hidup spesies ikan air tawar yang terancam punah, yakni Ikan Pesut Mahakam. Dan bagi masyarakat Kalimantan Timur, Sungai Mahakam memiliki peranan penting dalam kehidupan mereka karena sungai ini digunakan sebagai sumber air dan sarana transportasi.
Bagi anda yang datang berkunjung ke kota Samarinda, jangan lupa juga untuk datang berkunjung ke Sungai Mahakam karena sungai ini akan memberikan anda sejuta pesona keindahan yang tak mungkin anda lupakan. Selain anda dapat berwisata dengan menyusuri dan menikmati keindahan sungai Mahakam, anda pun juga bisa berwisata kuliner di tepian sungai Mahakam.
Kini di sepanjang tepian sungai Mahakam telah hadir sebuah taman yang telah menjadi salah satu tempat favorit masyarakat kotakota Samarinda. Samarinda untuk bersantai melepas kepenatan sambil berwisata kuliner. Untuk sampai ke Tepian Sungai Mahakam, anda bisa menguunakan transportasi darat dari pusat
Jika anda mulai merasa lelah setelah seharian berwisata menyusuri Sungai Mahakam, anda dapat beristirahat sejenak di tepian Sungai Mahakam atau jika anda mulai merasa lapar, anda pun bisa menikmati kuliner di tepian sungai ini. Rumah- rumah makan di Tepian Sungai Mahakam menawarkan beragam jenis kuliner, baik kuliner khas Samarinda seperti, Bukang- Bukang, Gangan (Sayur) Asam Patin, Kepiting Masak Santan, Nasi Bakepor, Tumis Balelo dan kuliner lainnya serta juga menawarkan kuliner khas kota- kota di Indonesia lainnya, seperti Bakso, mie ayam, mie goreng, jagung bakar, dan es cendol. Namun jika anda sudah berkunjung ke Kota Samarinda, akan terasa kurang lengkap jika anda belum mencicipi kuliner khas kota samarinda, terutama Nasi Bakepor.
Nasi Bakepor adalah nasi liwet dengan campuran minyak sayur, rempah-rempah, dan potongan ikan asin dan jeruk nipis. Namun bagi anda yang ingin menikmati Nasi Bakepor ini, anda harus hati- hati karena di dalam nasinya terdapat cabai. Bagi pencinta masakan pedas, anda harus mencicipi nasi Bakepor, masakan tradisonal masyarakat Kutai, Kalimantan Timur. Jika anda ingin menikmati nasi Bakepor, anda hanya perlu mengeluarkan uang sebanyak Rp.20.000. Dengan uang Rp.20.000 anda telah bisa menikmati satu porsi nasi Bakepor beserta lauknya.
Jika hari menjelang sore, jangan beranjak dulu dari tepian sungai Mahakam karena menjelang matahari terbenam, pemandangan di tepian Sungai Mahakam sangat indah. Namun bagi anda yang ingin menikmati suasana yang berbeda, anda bisa pergi ke kawasan perbukitan di sekitar sungai Mahakam karena kawasan tersebut menawarkan keeksotisan keindahan sebuah sungai yang bisa anda nikmati dari ketinggian.
Jika anda ingin beranjak pergi dari tepian sungai Mahakam, jangan lupa membeli oleh- oleh khas Samarinda yang dijual di kawasan tepian sungai Mahakam, yakni Amplang. Amplang adalah makanan sejenis kerupuk yang terbuat dari ikan belida. Rasanya gurih dan lezat. Bentuknya pun beragam, namun yang unik adalah bentuk kuku macan. Makanan ini biasanya paling enak disantap sebagai camilan atau kerupuk, sebagai teman makan makanan berat anda. Harganya pun relative murah. Dengan harga Rp. 5.000- Rp.10.000, anda sudah bisa menikmati satu bungkus Amplang.

Jumat, 18 Maret 2011

Chao Praya River (Thailand, Bangkok)) like Mahakam River (Indonesia,Samarinda)

Sungai Chao Phraya mengingatkan saya akan sungai Mahakam di Kalimantan, khususnya di Samarinda yang mempunyai lebar sungai yang hampir sama. Bedanya, Chao Phraya River berhasil diberdayakan menjadi komoditas wisata di Bangkok. Bila berencana berwisata ke Bangkok, Chao Phraya River bisa menjadi referensi tempat tujuan wisata.
Ada apa di Chao Phraya River? Kesempatan makan malam di atas kapal yang melintasi sungai menjadi salah satu daya tariknya. Tak hanya wisatawan asing, wisatawan lokal pun banyak saya jumpai. Bila tertarik silakan datang ke dermaga kapal ini. Ada beberapa perusahaan penyedia tur sungai ini, salah satunya terdapat di River Side. Datang saja ke River Side Hotel pada sore hari. Jam keberangkatan kapal sekitar pukul 19.00. Atur jadwal senyaman mungkin dan pertimbangkan lalu lintas kota Bangkok yang macet pada jam-jam pulang kantor.
chao phraya river
Biaya kapal yang saya tumpangi cukup mahal, sekitar 900 Baht all-in per kepala. Dengan harga yang mencapai Rp. 250.000-an kita bisa menyantap semua hidangan yang dihidangkan sepuasnya selama kapal mengarungi sungai Chao Phraya. Mulai dari nasi goreng, sayur-sayuran, roti, es krim, seafood dan masih banyak lagi. Namun bagi umat muslim sebaiknya tak tergoda dengan makanan yang belum jelas kehalalannya, pilih saja makanan yang familiar dengan lidah.
canalKapal beroperasi sekitar kurang lebih 2 jam dari dermaga menyusuri Chao Phraya River, melintasi jembatan King Rama VI dan King Rama VII. Dan nantinya akan ditemui beberapa kuil termasuk Wat Phra Kaew (Grand Palace). Di dek kapal lantai 2 tersedia dek terbuka untuk menikmati pemandangan sekitar sungai Chao Phraya. Bila bosan berada di luar, hiburan musik live music perform ala kafe tersedia di dalam, namun sayang mereka hanya menyajikan lagu-lagu Thailand.
Sebelum kapal berangkat saya melihat ada 2 orang fotografer yang akan mengambil gambar beberapa penumpang. Nantinya foto ini akan tercetak di piring keramik yang bisa menjadi souvenir pribadi dengan menukar sejumlah uang di pintu keluar (kalo ga salah sekitar 100-200 Baht) setelah kapal bersandar. Bila bersedia panggil saja fotografernya.
(image : Chao Phraya Tour Route, taken from www.sawadee.com)

Hal ini dapat dijadikan sebagai motivasi khususnya Pemerintah Kota Samarinda dan Dinas Pariwisata Kota Samarinda untuk mengembangka potensi Sungai Mahakam Di Kota Samarinda. Bahkan Potensi Sungai Mahakam Bisa lebih dengan panjangnya 3 kali lebih panjang dari Chao Praya River .


Best Regard,
Duta Kota Samarinda



Akbar Romadini
Visit Samarinda, Samarinda Memang Indah

Sumber Daya Alam Kota Samarinda (Kekuatan Investasi)

Sumber Daya Alam

Pertanian

P embangunan sector pertanian, perkebunan dan kehutanan di Kota Samarinda masih diarahkan untuk mewujudkan pertanian yang tangguh, maju dan efisien yang dicirikan oleh kemampuan mensejahterakan para petani dan keluarganya serta mendorong pertumbuhan sector terkait dan ekonomi secara keseluruhan.
Sawah Berdasarkan visi Kota Samarinda yang lebih berorientasi kepada Kota Jasa dan Perdagangan, maka bisa dipastikan bahwa sector pertanian belum dimaksimalkan kontribusinya dalam mendukung perekonomian Kota Samarinda, hal ini dapat dilihat dari PDRB per sector khusus sector pertanian yang semakin menurun.
Sampai tahun 2009, potensi sumber daya lahan usaha tani terdiri dari potensi lahan sawah seluas 8,021 Ha, dan potensi lahan bukan sawah seluas 27,221 Ha. Secara lengkap perhatikan table berikut :
Luas Potensi Lahan Sawah per Kecamatan Kota Samarinda tahun 2009
No Kecamatan Luas Potensi (Ha) Luas Pemanfaatan (Ha) Belum Dimanfaatkan

Total 8,021 2,779 5,242
1 Samarinda Utara 4,463 728 3,735
2 Samarinda Ilir 420 351 79
3 Samarinda Ulu - - -
4 Sungai Kunjang 202 115 87
5 Samarinda Seberang 450 450 -
6 Palaran 2,486 1,135 1,351
Dapat dilihat bahwa Luas Potensi lahan sawah yang telah dimanfaatkan hanya sebesar 2,779 Ha (34 %), sedangkan sisanya masih belum dimanfaatkan. Persentase pemanfaatan yang maksimal berada di kecamatan Samarinda Seberang, dimana kecamatan ini mampu mengoptimalkan seluruh luas potensi sebesar 450 Ha. Luas pemanfaatan tertinggi berada di Kecamatan Palaran yaitu seluas 1,135 Ha dari 2,486 Ha luas potensi.
Perkembangan Komoditi Pertanian dan Perkebunan Kota Samarinda tahun 2007-2009
No Komoditi 2007 2008 2009





1 Padi Sawah 28,130 29,171 25,785
2 Padi Ladang - 235 81.5
3 Jagung 39 14 84.2
4 Kacang Kedelai - 4.1 1.0
5 Kacang Tanah 20.0 17.9 25.6
6 Ubi Kayu 6,845 4,730 5,200
7 Ubi Jalar 862 1,095 666
8 Sayuran 4,228 6,034 5,923
9 Buah-buahan - 6,360 8,262
10 Tanaman Obat-obatan - 22,427 13,597
11 Tanaman Hias - 44,623 76,660
Untuk produksi padi, padi sawah menghasilkan produksi tertinggi, mencapai 25,785 ton pada tahun 2009. Hasil ini menurun dibandingkan dengan tahun 2008 yang mencapai 29,171 ton. Sedangkan untuk palawija, ubi kayu menghasilkan produksi tertinggi yaitu 5,200 ton pada tahun 2009. Produksi ubi kayu menunjukkan fluktuasi dalam kurun waktu 3 tahun terakhir. Bila dilihat dari perkembangan dari tahun 2008, jagung merupakan komoditas yang mengalami pertumbuhan paling signifikan, mencapai 84.2 ton atau bertambah 5 kali lipat dari tahun 2008.

Perkebunan dan Kehutanan

Perkembangan Komoditi Kota Samarinda memiliki 13 jenis komoditi di bidang perkebunan, antara lain karet, kelapa, kelapa hybrid, kelapa sawit, kakao, kopi, lada, cengkeh, pala, kemiri, aren, panili, dan pinang. Dari semua jenis komoditi tersebut, karet, kelapa, dan kakao merupakan komoditi unggulan. Dari sisi produktivitas, yang dihitung melalui jumlah produksi per luas lahan, komoditas kelapa merupakan komoditas dengan produktivitas tertinggi yaitu 1,515 kg per hektar. Khusus sector kehutanan, Kota Samarinda lebih focus kepada pengembangan Hutan Kota dan Hutan Rakyat. Hutan Kota di Kota Samarinda tersebar ke 24 lokasi yang antara lain sebagai berikut:
  • Lingkungan Balai Kota Samarinda dan Lapangan Softball GOR Segiri
    Lingkungan Balai Kota Samarinda dan Lapangan Softball GOR Segiri
    Di wilayah ini telah ditanam 4 jenis pohon yaitu Angsana sebanyak 20 pohon, Tanjung sebanyak 10 pohon, Trembesi sebanyak 10 pohon, dan Filicium sebanyak 20 pohon.
  • Taman Makam Pahlawan dan Perpustakaan Kota Samarinda
  • Tanah Pemerintah Kota Samarinda di Samarinda Seberang
    Diwilayah ini ditanam pohon Angsana, Tanjung, Trembesi dan Filicium yang masing-masing sebanyak 30 pohon.
  • Lokasi sekitar Terminal Kargo (Gerbang Stadion Palaran)
    Lokasi ini telah ditanam 125 pohon Angsana, 110 pohon Tanjung, 110 pohon Trembesi, dan 125 pohon Filicium.
Persentase Penyebaran Hutan Hak / Hutan Rakyat Hutan Hak/Hutan Rakyat di Kota Samarinda tersebar di 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Samarinda Ilir dan Kecamatan Sungai Kunjang. Total Hutan Rakyat di Kecamatan Samarinda Ilir adalah 166.7 Ha yang tersebar di 13 kelurahan dengan 26 jenis tanaman. Jenis tanaman tersebut antara lain Tanjung, Mahoni, Trembesi, Angsana, Pinang, Akasia, Karet, Rambutan, Kelapa, Sungkai, Durian, Pinus, Pulai, Mangga, Nangka, Aren, Sukun, Sengon, Langsat, Terap, Jati, Kemiri, Lai, Ketapang, Bambu dan Beringin. Sedangkan Hutan Rakyat di Kecamatan Sungai Kunjang adalah 84.8 Ha yang tersebar di 7 kelurahan dimana terdapat tanaman Jambu, Sawit, Petai dan Cempedak.

Perikanan dan Peternakan

Ikan hasil Perikanan PProduksi perikanan di Kota Samarinda pada tahun 2009 mencapai 13,049.6 ton, terdiri dari hasil penangkapan sebesar 12,942 ton dan hasil budidaya sebesar 107.6 ton. Dilihat dari jenis kegiatan, produksi yang berasal dari penangkapan jauh lebih banyak dibanding dari budidaya. Namun bila dipandang dari nilai produksi, kegiatan budidaya mengalami peningkatan yang signifikan, mencapai 43.66 % dari tahun 2008 (74.90 ton). Perhatikan table berikut :
Di sektor peternakan, sapi, kambing dan ayam pedaging merupakan komoditas unggulan Kota Samarinda. Akhir tahun 2009, populasi sapi tersedia 5,253 ekor, kambing 19,289 ekor dan ayam pedaging 5,500,800 ekor. Secara keseluruhan, populasi ternak dan unggas di Kota Samarinda mengalami peningkatan. Hal ini dapat dilihat pada grafik berikut:
Jumlah Ternak Kota Samarinda Tahun 2009

Pertambangan

Tambang Salah satu kegiatan dalam memanfaatkan sumber daya alam adalah kegiatan pertambangan yang hingga saat ini merupakan salah satu sector penyumbang devisa Negara terbesar. Pertambangan adalah suatu kegiatan pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual, pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi dan di bawah permukaan air.
Tambang Kota Samarinda mengembangkan sector pertambangan dengan optimal melalui Minyak Mentah, Gas Alam dan Batubara sebagai komoditi pertambangan. Berdasarkan data Dinas Pertambangan dan Energi , total luas areal pertambangan sampai tahun 2009 adalah 46,921.80 Ha atau 65.35 % dari luas Kota Samarinda. Produksi terjual (lifting) minyak mentah tahun 2009 sebesar 19,680 Barel atau setara dengan 3,129.12 ton, gas alam sebesar 4,713,770 MMBTU, dan batu bara sebesar 574,811.83 ton. Secara keseluruhan produksi pertambangan di Kota Samarinda terjadi penurunan khususnya untuk batubara dan minyak mentah. Secara lengkap perhatikan table berikut:
Perkembangan Produksi Minyak Mentah Terlihat jelas bahwa minyak mentah dan batubara mengikuti tren negative (menurun) semenjak tahun 2008. Rata-rata penurunan untuk minyak mentah sebesar 61.58 % per tahun, dimana penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2008 dengan besar penurunan 86,940 barrel. Rata-rata penurunan untuk batubara sebesar 48.06 % per tahun, dimana penurunan tertinggi terjadi pada tahun 2009 yang menurun sebesar 3,822,927 ton. Kondisi berbeda terjadi pada komoditi gas alam. Gas alam mengalami tren positif (meningkat) dalam kurun 2007-2009. Rata-rata peningkatan gas alam adalah 44.76 % per tahun dengan peningkatan tertinggi sebesar 1,969,970 MMBTU (2008).

Energi

Energi Energi listrik merupakan salah satu sumber energy vital bagi kehidupan manusia, baik sector rumah tangga, komersial, public, maupun industry. Sehingga salah satu program pemerintah Indonesia melalui BUMN PT. PLN, dicanangkan pada tahun 2015 semua wilayah Indonesia dapat teraliri arus listrik.
Perkembangan Jumlah Pelanggan PLN Berdasarkan hal itu, Kota Samarinda berusaha untuk menjangkau listrik pedesaan. Hingga tahun 2009 Kota Samarinda telah memiliki PLTG sebanyak 6 unit dengan kapasitas 140 MW, PLTU 2 unit kapasitas 50 MW, dan PLTD 15 unit kapasitas 100,440 Kva/Kwh. Mengingat pertumbuhan penduduk di Kota Samarinda yang cukup pesat, serta pertumbuhan industry, perdagangan dan pusat perekonomian lainnya, maka listrik perkotaan selalu dikembangkan. Pada tahun 2009, jumlah pelanggan PLN meningkat menjadi 210,168 pelanggan, dimana mayoritas pelanggan menggunakannya untuk kepentingan rumah tangga dan social. Peningkatan jumlah pelanggan berbanding lurus dengan peningkatan jangkauan listrik di Kota Samarinda. Berdasarkan data dari PT. PLN, sebesar 166.56 Km2 daerah perkotaan telah terjangkau listrik, meningkat sebesar 4 Km2 dari tahun 2008.
Pelanggan PLN berdasarkan jenis Pelanggan

Lingkungan Hidup dan Tata Ruang

Menurut Undang-Undang No.23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup termasuk manusia dan perilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain.
Dalam hal pemeliharaan lingkungan hidup, Pemerintah Kota Samarinda terus meningkatkan perlindungan lingkungan khususnya hutan, dimana beberapa hutan di Kota Samarinda termasuk ke dalam golongan hutan wisata yang dihimpun dalam lingkungan wisata Kebun Raya Unmul Samarinda (KRUS). Hutan tersebut antara lain:
  • Zona Konservasi
    Zona ini berisikan Hutan Lindung Utama (Primeval Reserve Forest) dengan luas 117 Ha dan Arboretum Species Asli dengan luas 16 Ha.
  • Zona Koleksi
    Zona koleksi terdiri atas Hutan Alami dan Buatan untuk penelitian dengan luas 60 Ha, Hutan Kayu Berharga dengan luas 27 Ha, Hutan Koleksi dengan luas 27 Ha dan Hutan Konifer dengan luas 16 Ha.
  • Zona Rekreasi
    Selain KRUS, Lembah Hijau menjadi salah satu tempat pemeliharaan hutan dan sering dijadikan Area Camping Ground dan sarana rekreasi keluarga.
Disaat Pemerintah Kota Samarinda meningkatkan pemeliharaan kawasan hutan, hal berbeda terjadi pada lingkungan lain. Berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup Kota Samarinda, dalam 3 tahun terakhir (2007-2009) jumlah kasus pencemaran lingkungan terus meningkat. Kasus pencemaran tanah meningkat menjadi 2 kasus pada tahun 2009, sebelumnya 1 kasus pada tahun 2008. Hal yang sama terjadi pada lingkungan air, sebanyak 6 kasus ditemukan pada tahun 2009, meningkat 1 kasus dari tahun 2008. Berbeda dengan pencemaran udara, terjadi penurunan pada tahun 2009 menjadi 1 kasus, setelah sebelumnya terjadi 2 kasus pada tahun 2008. Secara keseluruhan, kasus pencemaran air merupakan kasus terbanyak dalam kategori pencemaran lingkungan. Perhatikan grafik berikut:
Perkembangan Kasus Pencemaran Lingkungan Pertumbuhan jumlah bangunan di Kota Samarinda setiap tahun selalu meningkat. Sampai tahun 2009, jumlah tanah yang bersertifikat hak milik sebanyak 15,046 buah, sertifikat hak guna bangunan sebanyak 5,044 dan sertifikat hak pakai sebanyak 56 buah. Penggunaan tanah tersebut di dominasi oleh penggunaan dalam hal investasi, perindustrian maupun perdagangan. Tentunya keadaan ini menandakan bahwa pesatnya perkembangan iklim investasi di Kota Samarinda sehingga diharapkan menimbulkan efek positif pada sector lain.


BEST REGARD,
Duta Kota Samarinda 2011,



Akbar Romadini
Visit Samarinda, Samarinda Memang Indah

Visit Samarinda (Mari ber-Investasi Disamarinda)

POTENSI PENGEMBANGAN KOTA SAMARINDA

Secara umum potensi Sumber Daya Alam yang sudah dimanfatkan maupun yang berpotensi untuk dikembangkan antara lain sektor Pertanian dan Kehutanan, Pertambangan dan Penggalian (Batu Bara, Minyak, Bahan Galian Golongan C, Pasir kuarsa ,Industri dan Pariwisata. Berikut beberapa potensi yang tersedia dan dapat dikembangkan diantaranya:

Pertanian Perkotaan

Pohon Cabai Sektor pertanian kota yang berbasis teknologi modern atau berbasis geoteknologi merupakan arah pem-bangunan pertanian perkotaan di Kota Samarinda. Penerapan kebun kota (urban gardening) sebagai bagian dari pertanian perkotaan adalah salah satu solusi yang dapat ditawarkan. Ciri khas pertanian perkotaan adalah bertanam dengan memanfaatkan lahan yang terbatas misalnya pekarangan rumah atau menggunakan wadah. Komoditi yang dapat dikembangkan terutama adalah jenis sayuran dan buah-buahan.
Pusat pengembangan:
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu
Faktor pendukung:
  • Tersedianya lahan dalam luas terbatas berupa pekarangan maupun tanah kosong belum dimanfaatkan untuk ditanami komoditi sayuran atau buah-buahan.
  • Program pemenuhan gizi masyarakat yang memerlukan pasokan komoditi pangan bergizi dari masyarakat Kota Samarinda sendiri untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain.
  • Adanya perkotaan akan mengurangi dampak negatif pertumbuhan industri yang cenderung menimbulkan polusi.
  • Pertumbuhan penduduk Kota Samarinda sebagai akibat perkembangan kota merupakan pasar potensial bagi produk pertanian perkotaan.
Keunggulan Pertanian Perkotaan:
  • Memungkinkan dilakukan pemeliharaan tanaman secara intensif dalam keterbatasan tempat.
  • Memudahkan pelaksanaan pertanaman majemuk dalam satu wadah (intercropping)
  • Memungkinkan pemanfaatan tanah-tanah "nganggur" di perkotaan.
  • Meningkatkan hasil kerja orang-orang dengan ketrampilan terbatas dan kurang pendidikan formal.
  • Penanaman menjadi murah karena dapat memanfaatkan lahan dengan luasan yang tidak begitu besar.
  • Dapat dijadikan terapi kejiwaan dengan berkebun.
Tomat Strategi Pengembangan:
  • Menerapkan pertanian perkotaan di lahan-lahan tertentu berkoordinasi dengan program tata kota untuk memanfaatkan luasan lahan terbuka potensial.
  • Memasyarakatkan pertanian perkotaan di daerah peri-urban (pinggiran kota) yang dikaitkan dengan penanggulangan gizi buruk dengan bertanam sayuran dan buah-buahan.
  • Menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pertanian perkotaan kepada masyarakat perkotaan dan pinggiran kota seluas-luasnya.
Jenis:
  • Komoditi sayuran: sawi, bayam, cabe, kangkung, terong dan tomat
  • Komoditi buah: pepaya.

Budidaya Sayuran

Dari aneka tanaman sayuran yang ditanam diharapkan dapat dipenuhi kebutuhan zat gizi yang harus diperoleh dari tanaman, seperti Vitamin C, Vitamin A, Mineral dan Serat. Berkebun sa-yuran di perkotaan dapat dilakukan dengan memanfaatkan lahan pekarangan, membuat wadah atau juga dapat dimodifikasi menjadi bertanam sayuran secara hidroponik.
Aspek Teknis:
  • Jenis sayuran yang cocok ditanam di Kota Samarinda adalah jenis sayuran dataran rendah.
  • Penanaman bisa dilakukan di pekarangan, lahan kosong, pot maupun secara hidroponik.
  • Untuk mengurangi input biaya produksi, pupuk yang digunakan bisa berupa pupuk kandang atau campuran dengan pupuk anorganik.

Budidaya Pepaya

Pepaya Pengembangan budidaya pepaya secara insentif dan komersial memiliki prospek yang cerah. Pasar pepaya secara lokal dan regional belum jenuh dan cenderung terus meningkat. Di Kota Samarinda, produksi pepaya ditujukan untuk memenuhi konsumsi penduduk kota. Budidaya pepaya mudah dilakukan terutama di pekarangan rumah penduduk. Penggunaan bibit unggul pepaya akan menjamin hasil yang bagus dan produktivitas tinggi. Konsumsi pepaya selama ini masih berupa buah segar namun tidak menutup kemungkinan bisa diarahkan untuk buah kalengan dengan dikombinasikan dengan buah lain.
Dalam perdagangan dunia, buah pepaya telah menjadi mata dagangan ekspor beberapa negara produsen di Kawasan Asia seperti Malaysia, Thailand, Philipina dan Indonesia. Negara pengimpor pepaya masih didominasi oleh Singapura dan Australia dan akhir-akhir ini permintaan pasar dunia terus meningkat dari beberapa negara Eropa seperti Inggris, Jerman, Perancis, Belanda dan Swedia.
Aspek Teknis:
Iklim
  • Rata-rata temperatur berkisar antara 15 - 38°C; curah hujan berkisar antara 600 - 2.000 mm/tahun dengan penyinaran
Tanah
  • Persyaratan kebutuhan tanah sebagai berikut: kedalaman tanah bervariasi, konsistensi gembur (lembab), permeabilitas sedang, drainase baik, reaksi tanah (pH) berkisar antara 5,0 - 6,6 dan yang optimum antara 6,0 - 6,6, serta membutuhkan tanah yang cukup subur.
  • Penurunan hasil bisa terjadi karena salinitas dengan daya hantar listrik (DHL) mencapai >0,5 dS/m. Penurunan hasil bisa sampai 50% apabila DHL mencapai 3 dS/m atau ESP mencapai 20%, dan tidak mampu berproduksi (penurunan hasil ±100%) apabila DHL mencapai 6 dS/m.

Pabrik Pakan Ternak

Ternak Ayam Sampai saat ini kebutuhan komoditi peternakan di Kota Samarinda masih didatangkan dari tempat lain misalnya telur didatangkan dari Sulawesi dan Surabaya. Adanya potensi untuk mengembangkan komoditi peternakan di Kota Samarinda merupakan modal utama untuk mengurangi ketergantungan dari daerah lain.
Salah satu komoditi ternak yang potensial dikembangkan di Kota Samarinda adalah unggas. Jenis unggas yang memiliki potensi besar adalah ayam pedaging seiring meningkatnya kebutuhan daging di Kota Samarinda. Untuk mendukung usaha peternakan diperlukan usaha yang mampu menyediakan kebutuhan pakan ternak. Adanya pabrik pakan ternak ayam ini akan menjamin keberlanjutan usaha karena ketergantungan pasokan pakan dari luar bisa dikurangi atau bahkan ditiadakan.
Pusat pengembangan:
  • Kecamatan Palaran
Faktor pendukung:
  • Berkembangnya industri peternakan ayam akan berdampak pada meningkatnya permintaan bahan makanan ternak.
  • Bahan baku bisa dipenuhi secara lokal misalnya jagung dan tepung ikan.
  • Ketersediaan infrastruktur pendukung meliputi sarana transportasi, listrik dan air bersih.
Strategi Pengembangan:
  • Bahan baku utama yang digunakan merupakan produk lokal, namun selama belum bisa didatangkan dari daerah lain.
  • Dukungan permodalan dari pihak pemerintah atau swasta sangat diperlukan bagi pengembangan usaha pakan ternak terutama usaha skala kecil dan menengah.
  • Pembangunan pabrik pakan ternak harus diarahkan sebagai suatu kegiatan yang mampu menyerap tenaga kerja lokal.
  • Aspek lingkungan harus diperhatikan untuk meniadakan dampak negatif terhadap lingkungan akibat dibangunnya industri pakan ternak ini.
Bahan Baku:
  • Jagung
  • Bungkil
  • Tepung ikan
  • Glucin
  • Tepung Ikan
  • Calsium fosfat
  • Kapur dan bahan tambahan lain
Berkembangnya industri pakan ternak akan berakibat langsung pada permintaan bahan baku sebagai penyusun pakan ternak berkualitas. Salah satu bahan baku utama yang dibutuhkan oleh industri pakan ternak adalah jagung. Saat ini luas tanam jagung di Kota Samarinda menempati posisi di bawah tanaman padi dan ketela pohon. Melihat masih rendahnya pemanfaatan lahan untuk komoditi jagung ini maka masih terbuka luas pengembangan potensi dan investasi budidaya tanaman jagung.
Pusat pengembangan:
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu
Faktor pendukung:
  • Kesesuaian iklim dan tanah di Kota Samarinda untuk pengembangan komoditi tanaman jagung.
  • Adanya pengembangan pabrik pakan ternak merupakan pasar yang besar untuk usaha budidaya tanaman jagung.
  • Arah pengembangan pertanian Kota Samarinda untuk memenuhi kebutuhan gizi warganya akan berpengaruh langsung pada pengembangan komoditi tanaman pendukung bahan pangan lain yaitu bahan baku pakan ternak.
Varietas: jagung hibrida.
Strategi pengembangan:
  • Usaha budidaya tanaman jagung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku lokal pakan ternak.
  • Selain untuk memenuhi industri pakan ternak, usaha budidaya jagung merupakan satu rangkaian usaha pertanian sebagai penyangga sektor industri yang dikembangkan di Kota Samarinda.
  • Komoditi jagung merupakan jenis yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani.
Produksi perikanan Kota Samarinda terbanyak berupa perikanan laut, sebesar 77,9%. Tingginya produksi perikanan laut di Kota Samarinda ini berpengaruh pada kebutuhan sarana pelabuhan perikanan yang makin tinggi. Beberapa fasilitas yang dibutuhkan dalam pelabuhan perikanan ini misalnya fasilitas berlabuh kapal, tempat pendinginan ikan (cold storage) dan pergudangan.
Fasilitas pergudangan ini juga terkait dengan makin berkembangnya kegiatan perdagangan di Kota Samarinda. Fungsi pergudangan yang utama adalah mengendalikan arus barang, pengamanan barang dan lingkungan serta untuk menertibkan lokasi perdagangan.
Pusat pengembangan:
  • Kecamatan Samarinda Ilir.
Faktor pendukung:
  • Produksi perikanan laut Kota Samarinda terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk kota.
  • Program pembangunan pelabuhan perikanan terpadu meliputi tempat pelelangan ikan, cold storage dan pergudangan
Strategi pengembangan:
  • Pengembangan fasilitas pergudangan dan cold storage harus sejalan dengan volume produksi perikanan yang ada di Kota Samarinda.
  • Untuk lebih meningkatkan kontribusi sektor perikanan laut pada perekonomian Kota Samarinda, perlu dibangun pula fasilitas pengolahan ikan di pelabuhan, misalnya pabrik tepung ikan.
  • Arah pengembangan pelabuhan perikanan harus sejalan dengan program peningkatan aktivitas perdagangan di pelabuhan.

Pengembangan Central Bussiness Distric (CDB) Ex Bandara Temindung

Ex Bandara Temindung Rencana pengembangan kota dari bekas Bandara Temindung sebagai salah satu upaya untuk memanfaatkan bekas bandara seiring perpindahan bandara ke sei Siring. Konsep pengembangan secara mandiri artinya pengembangan kawasan tersebut sebagai tempat tinggal, tempat bekerja, tempat belanja, rekreasi, pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial. Konsep ini meminimalkan pergerakan ke wilayah lain karena diusahakan semua kebutuhan telah disediakan, sehingga dalam jangka panjang mampu mengurangi permasalahan transportasi di Kota Samarinda.
Lokasi:
  • Bekas Bandara Temindung Kecamatan Samarinda Utara.
Fasilitas yang dapat dikembangkan di kawasan kota baru bekas Bandara Temindung adalah:
Central bussiness district (CBD): pusat perbelanjaan dan perkantoran
  • Hotel
  • Apartemen
  • Perumahan
  • Rekreasi
Faktor Pendukung:
Keberadaan CBD sangat penting terkait dengan pertumbuhan perekonomian Kota Samarinda yang cukup baik dimana sektor industri merupakan penyumbang terbesar. Banyaknya industri, perkantoran dan perumahan yang tumbuh di Kota Samarinda merupakan andalan dalam usaha untuk terus memacu pertumbuhan perekonomian daerah. Melihat kemajuan yang ada di Kota Samarinda maka dirasakan perlu adanya kawasan yang dijadikan sebagai Pusat Kawasan Bisnis (Central Business District).
CBD akan menjadikan pusat berbagai kegiatan bisnis, baik dari segi transaksi, informasi maupun pendidikan di bidang bisnis. Fasilitas yang disediakan dalam CBD meliputi kegiatan perdagangan eceran, grosir, perkantoran, lembaga keuangan (bank), sarana pendidikan, dan sarana pendukung lainnya (bioskop, tempat bermain, restoran).
Strategi pengembangan:
  • Pembangunan CBD diarahkan untuk menyediakan pusat perdagangan dan bisnis dalam skala pelayanan kota.
  • Adanya CBD diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi bisnis, namun yang tidak kalah pentingnya adanya fungsi pendidikan bagi warga Kota Samarinda khususnya pendidikan dunia usaha.
  • Kawasan CBD dibangun dengan memperhatikan kesesuaian dengan lingkungan yaitu dengan meminimalisir dampak negatif lingkungan, baik fisik maupun sosial.
  • Untuk jangka panjang, kawasan CBD harus bisa menunjang Kota Samarinda sebagai Pusat Pemerintahan Provinsi Kalimantan Timur yang mampu menyediakan fasilitas pada skala lokal, regional maupun internasional.

Budidaya Perikanan Darat

Pasar Ikan Produk perikanan darat menempati posisi kedua setelah perikanan laut di Kota Samarinda. Perikanan juga merupakan salah satu sektor unggulan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi warga Kota Samarinda. Banyaknya sungai yang mengalir di Kota Samarinda merupakan modal utama yang bisa digunakan untuk mengembangkan perikanan darat.
Budidaya perikanan darat di Kota Samarinda tersebar di setiap kecamatan dengan luasan budidaya terbesar berada di Kecamatan Samarinda Utara. Penyebaran budidaya perikanan di setiap kecamatan terjadi karena tersedianya pasokan air bersih dari sungai-sungai yang mengalir.
Pusat pengembangan:
  • Kecamatan Sungai Kunjang
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu
Faktor pendukung:
  • Tersedianya pasokan air sepanjang tahun dari sungai-sungai yang mengalir di seluruh kecamatan terutama dari sungai terbesar yaitu Sungai Mahakam.
  • Dukungan Pemerintah Kota Samarinda yang menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu sektor unggulan dalam usaha memenuhi kebutuhan gizi warga kota.
  • Adanya perkotaan akan mengurangi dampak negatif pertumbuhan industri yang cenderung menimbulkan polusi.
  • Posisi Kota Samarinda yang tidak memiliki laut sehingga produksi ikan laut didatangkan dari daerah lain merupakan prospek yang bagus bagi perikanan darat karena merupakan produksi masyarakat lokal.
Jenis ikan yang dikembangkan:
  • Ikan mas dan Ikan nila
Aspek Budidaya Ikan Air Tawar:
  • Budidaya ikan dilakukan di kolam air deras, jaring apung, karamba dan sawah (mina padi).
  • Tanah yang baik untuk kolam pemeliharaan adalah jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus.
  • Suhu air berkisar antara 24- 28°C dengan pH antara 6,5-8..
Strategi Pengembangan:
  • Kebutuhan benih ikan harus bisa dipenuhi sepanjang periode budidaya untuk menjamin keberlanjutan pasokan ikan.
  • Perlu adanya penataan dalam tata ruang secara baik agar kawasan budidaya perikanan tidak tercemar oleh kawasan lain misalnya industri.
  • Kampanye pentingnya produk perikanan harus terus dijalankan untuk menjamin pasar produk perikanan darat dari petani.

Peternakan Kambing

Kambing Kebutuhan daging di Kota Samarinda selama ini masih dipenuhi oleh daerah lain. Ketergantungan pada daerah lain ini merupakan kendala bagi usaha pemenuhan gizi masyarakat karena pasokannya tergantung pada suplai daerah asal maupun ketersediaan sarana transportasi. Untuk mengatasi kendala tersebut Pemerintah Kota Samarinda berusaha untuk bisa memenuhi sendiri pasokan dagingnya dengan cara mengembangkan usaha ternak secara lokal. Jenis ternak yang potensial dikembangkan di Kota Samarinda adalah sapi, kambing dan domba, disamping jenis ternak unggas.
Ternak kambing merupakan jenis yang mudah dibudidayakan dan selama ini telah menjadi usaha sampingan keluarga. Melihat potensi ini sudah selayaknya bila kambing dijadikan salah program pengembangan peternakan di Kota Samarinda untuk memenuhi kebutuhan daging warganya. Permintaan daging kambing juga akan meningkat pada saat Hari Raya Kurban atau Idul Adha setiap tahunnya. Salah satu usaha peternakan yang mudah dan cepat masa produksinya adalah usaha penggemukan kambing. Usaha penggemukan kambing membutuhkan kambing bakalan berkualitas baik sehingga akan diperoleh kambing siap potong dengan hasil daging tinggi.
Pusat pengembangan:
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Seberang
  • Kecamatan Sungai Kunjang
  • Kecamatan Palaran
Faktor pendukung:
  • Kondisi agroklimat cocok untuk ternak kambing.
  • Kambing merupakan ternak yang sudah biasa dibudidayakan oleh masyarakat
  • Permintaan daging kambing cukup tinggi terutama bila dikaitkan dengan tradisi keagamaan pada Hari Raya Idul Adha.
  • Bibit kambing berkualitas disediakan dari Kota Samarinda dan sekitarnya.
  • Pakan hijauan tersedia di lokasi sekitar peternakan.
Strategi pengembangan:
  • Penyuluhan dan bimbingan dari dinas teknis kepada peternak untuk menghindari infeksi beberapa penyakit penting terutama anthrax.
  • Jaminan tata niaga untuk melindungi petani terhadap fluktuasi harga.
Jenis:
  • Kambing lokal berkualitas baik.
Aspek teknis usaha penggemukan kambing:
  • Umur kambing bakalan lebih dari 12 bulan (2 buah gigi seri tetap), dengan tubuh baik, bebas cacat tubuh, dengan bobot badan tidak kurang dari 20 kg.
  • Letak kandang harus lebih tinggi dari tanah sekitarnya agar terhindar dari genangan air.
  • Pakan dasar umumnya adalah rumput, daun lamtoro, gamal, daun nangka, dengan tambahan bungkil kelapa, bungkil kedelai, dedak, tepung ikan ditambah mineral dan vitamin.
  • Pemberian hijauan sebaiknya mencapai 3% bobot badan (dasar bahan kering) atau 10 - 15% bobot badan (dasar bahan segar).
  • Kambing harus dibebaskan dari parasit internal dengan pemberian obat cacing dan parasit eksternal.

Budidaya Padi Organik

Budidaya pertanian organik telah menjadi trend tersendiri aat ini terkait dengan adanya gagasan dan program pembangunan pertanian yang berwawasan lingkungan. Produk-produk pertanian organik telah banyak ditemui di kota-kota besar, terutama komoditi sayuran yang dijual dengan harga relatif tinggi dibanding produk anorganik.
Kota Samarinda dengan potensi lahan sawah yang terbesar dibanding komoditi pertanian lainnya merupakan modal awal yang cukup bagus untuk pengembangan pertanian organik dengan komoditi padi. Pengembangan padi organik ini tentunya tidak memerlukan lahan yang sangat luas mengingat produksinya yang bisa dijual dengan harga tinggi. Hal ini terkait pula dengan rencana pengembangan tata ruang Kota Samarinda yang salah satu titik beratnya adalah pengembangan kawasan penyangga (buffer zone).
Pusat pengembangan:
  • K6camatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu
Faktor pendukung:
  • Lahan dan iklim yang sesuai untuk pengembangan pertanian organik.
  • Permintaan pasar produk pertanian organik dari konsumen tertentu dengan harga tinggi.
  • Pergeseran gaya hidup masyarakat untuk beralih pada produk pertanian organik.
  • Langkah strategis pengelolaan pertanian berwawasan lingkungan dan pengembangan kawasan penyangga (buffer zone).
Keunggulan pertanian organik:
  • Menghasilkan makanan yang cukup, aman dan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan masyarakat dan sekaligus daya saing produk agribisnis.
  • Meningkatkan pendapatan petani.
  • Menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi petani.
  • Meminimalkan semua bentuk polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian.
  • Meningkatkan dan menjaga produktivitas lahan pertanian dalam jangka panjang, serta memelihara kelestarian sumberdaya alam dan lingkungan.
  • Menciptakan lapangan kerja baru dan keharmonisan kehidupan sosial.
Strategi pengembangan:
  • Memasyarakatkan pertanian organik ke-pada konsumen, petani, pelaku pasar, serta masyarakat luas.
  • Memfasilitasi percepatan penguasaan, pe-nerapan, pengembangan, dan penyebar-luasan teknologi pertanian organik.
  • Memfasilitasi kerjasama terpadu antar masyarakat agribisnis untuk mengembang-kan sentra-sentra pertumbuhan pertanian organik.
  • Memberdayakan potensi dan kekuatan masyarakat untuk mengembangkan infra-struktur pendukung pertanian organik.
  • Merumuskan kebijakan, norma, standar teknis, sistem dan prosedur yang kondusif untuk pengembangan pertanian organik.
Jenis:
Varietas padi yang dikembangkan untuk pertanian organik misalnya IR 64, Way Apoburu, Cisantana, Ciherang, Midun, Sarinah, Raja Bulu, Fatmawati, dan Sinta Nur (varietas aromatik). Aspek teknis pertanian organik:
  • Menghindari penggunaan benih atau bibit hasil rekayasa genetik/genetically modified organism (GMO).
  • Menghindari penggunaan pestisida kimia sintetis.
  • Pengendalian gulma, hama dan penyakit dilakukan dengan cara mekanis, biologis, dan rotasi tanaman.
  • Menghindari penggunaan zat pengatur tumbuh (growth regulator) dan pupuk kimia sintetis.
  • Kesuburan dan produktivitas tanah ditingkatkan dan dipelihara dengan menambahkan residu tanaman, pupuk kandang, dan bantuan mineral alami, serta penanaman legum dan rotasi tanaman.

Pengembangan Paket Wisata Alam

Sebagai wilayah yang dikelilingi oleh perbukitan serta banyak memiliki sungai, Kota Samarinda mempunyai potensi alam untuk pariwisata, khususnya pariwisata air. Sungai Mahakam dengan lebar 600 m dan Sungai Karang Mumus diarahkan untuk pengembangan kegiatan pariwisata air, selai itu juga terdapat air terjun di Tanah Merah.
Kota Samarinda juga memiliki objek wisata budaya dengan adanya pemukiman suku dayak di Pampang. Untuk menunjang perkembangan kegiatan pariwisata tersebut diperlukan sarana pendukung seperti sarana jalan, pusat informasi dan fasilitas sanitasi. Potensi pariwisata baru adalah wisata tambang, dengan membuat kebun binatang di sekitar air terjun Tanah Merah.
Pusat pengembangan:
  • Sepanjang Sungai Mahakam
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Seberang
Faktor pendukung:
  • Posisi Kota Samarinda sebagai ibukota provinsi tentunya akan menjadi tujuan banyak warga dari luar kota untuk urusan bisnis maupun administrasi pemerintahan.
  • Kota Samarinda merupakan kota besar yang mampu menyediakan sarana dan prasarana penunjang pariwisata misalnya penginapan, transportasi, komunikasi dan pusat informasi yang lengkap.
  • Pertumbuhan ekonomi Kota Samarinda yang cukup baik membuat warganya memiliki daya beli yang tinggi termasuk alokasi dana untuk melakukan kegiatan wisata.
  • Rencana pembangunan bandara baru akan menjadikan Kota Samarinda sebagai pintu masuk utama wisatawan selain Kota Balikpapan.
Fasilitas yang bisa disediakan di objek wisata:
Fasilitas utama yang dibangun dan merupakan daya tarik pengunjung adalah:
  • Tempat penginapan berupa villa dengan arsitektur yang menyatu dengan alam.
  • Tempat bermain anak (children playground).
  • Tempat pertunjukan budaya lokal (panggung atau teater)
  • Kios souvenir.
Fasilitas penunjang yang dibangun untuk menambah kenyamanan pengunjung :
  • Perbaikan jalan dan drainase
  • Rumah makan atau tempat makan yang menyajikan makanan tradisional
  • Tempat parkir
  • Kamar mandi dan WC umum
  • Tempat ibadah
  • Sarana telekomunikasi (Wartel atau Warnet)
  • Poliklinik yang juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat setempat
  • Tempat pengelolaan limbah dan sampah
  • Kantor untuk pegawai
Paket wisata alam dan air yang ada di Kota Samarinda:
1. Wisata alam
  • Air Terjun Tanah Merah
  • Air Terjun Tagur Tinggi
  • Air Terjun Pampang
  • Air Terjun Pinang Seribu Sempaja
  • Goa Tujuh Lubang Barabai Sempaja
  • Waduk Jalatunda Desa Joyomulyo
2. Wisata air
Sungai Mahakam dan Tepian Mahakam, dimana di sungai tersebut dapat dikembangkan berbagai atraksi wisata.
Tepian Sungai Mahakam merupakan objek dan daya tarik wisata yang menampilkan seluruh aktivitas sosial budaya masyarakat Samarinda yang berada di tepian sungai. Aktivitas masyarakat di sekitar sungai misalnya pemanfaatan sungai sebagai sarana transportasi dan untuk mendukung kehidupan sosial sehari-hari.
Strategi Pengembangan:
  • Penataan paket-paket wisata dan jadual kegiatan budaya.
  • Pembangunan infrastruktur di pusat-pusat wisata.
  • Meningkatkan promosi dan menyebarkan informasi objek-objek wisata di Kota Samarinda.

Budidaya Jagung

Berkembangnya industri pakan ternak akan berakibat langsung pada permintaan bahan baku sebagai penyusun pakan ternak berkualitas. Salah satu bahan baku utama yang dibutuhkan oleh industri pakan ternak adalah jagung. Saat ini luas tanam jagung di Kota Samarinda menempati posisi di bawah tanaman padi dan ketela pohon. Melihat masih rendahnya pemanfaatan lahan untuk komoditi jagung ini maka masih terbuka luas pengembangan potensi dan investasi budidaya tanaman jagung.
Pusat Pengembangan:
  • Kecamatan Samarinda Utara
  • Kecamatan Samarinda Ilir
  • Kecamatan Samarinda Ulu
Faktor Pendukung:
  • Kesesuaian iklim dan tanah di Kota Samarinda untuk pengembangan komoditi tanaman jagung.
  • Adanya pengembangan pabrik pakan ternak merupakan pasar yang besar untuk usaha budidaya tanaman jagung.
  • Arah pengembangan pertanian Kota Samarinda untuk memenuhi kebutuhan gizi warganya akan berpengaruh langsung pada pengembangan komoditi tanaman pendukung bahan pangan lain yaitu bahan baku pakan ternak.
Varietas: Jagung Hibrida
Jagung Hibrida Strategi Pengembangan:
  • Usaha budidaya tanaman jagung diarahkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku lokal pakan ternak.
  • Selain untuk memenuhi industri pakan ternak, usaha budidaya jagung merupakan satu rangkaian usaha pertanian sebagai penyangga sektor industri yang dikembangkan di Kota Samarinda.
  • Komoditi jagung merupakan jenis yang bisa digunakan oleh pemerintah untuk meningkatkan pendapatan petani.

Fasilitas Pendukung Pelabuhan Palaran:

Produksi perikanan Kota Samarinda terbanyak berupa perikanan laut, sebesar 80,25 %. Tingginya produksi perikanan laut di Kota Samarinda ini berpengaruh pada kebutuhan sarana pelabuhan perikanan yang makin tinggi. Beberapa fasilitas yang dibutuhkan dalam pelabuhan perikanan ini misalnya fasilitas berlabuh kapal, tempat pendinginan ikan (cold storage) dan pergudangan.
Fasilitas pergudangan ini juga terkait dengan makin berkembangnya kegiatan perdagangan di Kota Samarinda. Fungsi pergudangan yang utama adalah mengendalikan arus barang, pengamanan barang dan lingkungan serta untuk menertibkan lokasi perdagangan.
Pusat Pengembangan:
  • Kecamatan Samarinda Ilir
Faktor Pendukung:
  • Produksi perikanan laut Kota Samarinda terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk kota.
  • Program pembangunan pelabuhan perikanan terpadu meliputi tempat pelelangan ikan, cold storage dan pergudangan
Strategi Pengembangan:
  • Pengembangan fasilitas pergudangan dan cold storage harus sejalan dengan volume produksi perikanan yang ada di Kota Samarinda.
  • Untuk lebih meningkatkan kontribusi sektor perikanan laut pada perekonomian Kota Samarinda, perlu dibangun pula fasilitas pengolahan ikan di pelabuhan, misalnya pabrik tepung ikan.
  • Arah pengembangan pelabuhan perikanan harus sejalan dengan program peningkatan aktivitas perdagangan di pelabuhan.


BEST REGARDS,
Duta Kota Samarinda 2011,




Akbar Romadini
Visit Samarinda, Samarinda Memang Indah